07
Feb
12

Maket Tugas Akhir..!

Ada waktu luang..saya coba share tentang maket lagi.. Ini maket terakhir yang saya buat sebagai mahasiswa Arsitektur di UGM, soalnya ini memang maket Tugas Akhir (TA).. Tentang judul TA-nya nggak usah dibahas laah, yg jelas ini sebuah bangunan mix-use dengan site di selatan TVRI Jogja.. Maketnya monokrom, kalau baca dari artikel-artikel sebelumnya pasti tau lah kenapa saya suka maket monokrom..πŸ˜‰

Yang beda dari maket-maket sebelumnya, yang jelas ini maket TA, jadi all-out lah.. Satu lagi, waktu pembuatannya, karena sangat terbatas saya targetkan (di luar persiapan) dalam 2 hari pembuatan bisa selesai.. Metode pembuatannya juga bedaa.. Saya coba pakai laser cutting, memang mahal, tapi efisien waktu, sesuai kebutuhan kan.. dan lagi, masak lulus mahasiswa arsitektur nggak pernah pake laser cutting.. FYI di NUS Singapur sudah ada alat 3D Printing, sedangkan untuk 2D cutting saja kita masih harus membayar mahal di percetakanπŸ™„

Secara garis besar, pembuatannya ada beberapa tahap:

1. Cari bahan yang dibutuhkan..

2. Bikin pesan box yang menjadi alas maket, wajib buat maket TA gitu..πŸ˜‰

3. Membuat layout yang akan dilasercut..

4. Masukkan layout ke tempat percetakan (1 hari jadi)..

5. Membuat site dan bangunan sekitar..

6. Merangkai bagian-bagian hasil lasercut..

Nah untuk bahan-bahannya.. Bahan utama teteep kertas mounting/colormount, lalu PVC paling tipis buat kaca-kacanya, kertas asturo warna hitam untuk jalan (linen lebih baik), spon ati (ketebalan lupa, tapi yang tipis juga cukup) saya pilih warna coklat karena memang cocok untuk maket monokrom.. Satu lagi yang beda dari sebelumnya, saya pakai manik-manik (atau apalah namanya) dengan motif serat kayu warna coklat sebagai pohon.. Karena dengan begini nggak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membuat pohon yang biasanya dari spon.. Untuk box-nya saya pesen gratis dari temenπŸ˜‰

Oke, lalu proses pembuatannya.. Saya print dulu siteplan sesuai skala (saya pakai skala 1:250), perlu diketahui skala juga menentukan hasil yang akan didapat, kalau terlalu kecil tentunya maket itu nggak bisa ‘berbicara’.. kalau terlalu besar kita harus membuat lebih detail seperti pagar, jendela, pintu, dsb. jadi membutuhkan banyak waktu..kalau nggak ntar keliatan terlalu polos.. Yang jelas antara maket dan bangunan sekitar cukup seimbang dan informatif.. Besar box maket saya 80 x 70 cm.. Cukuplah untuk maket TAπŸ˜‰ Disini saya masukkan TVRI Jogja di sebelah utara bangunan saya sebagai ‘ancer-ancer’ untuk menandai posisi bangunan ini..

Lanjut, membuat pola yang akan dilasercut.. Satu hal penting dari pembuatan maket dengan lasercut adalah: Proses pembuatan pola jangan sampai lebih lama dibandingkan langsung memotong manual! Karena yang mau kita ambil manfaat dari lasercut adalah efisiensi waktu.. Pola dibuat di CAD dengan ukuran media disesuaikan kemampuan mesin cutting.. Untuk efisiensi bisa merapat-rapatkan setiap bagian dan kalau memang bisa 2 garis menjadi 1 lebih baik, karena biaya cutting dihitung berdasarkan waktu yang dibutuhkan dan semua tercatat di database mesin cutting.. Di Jogja rata-rata 1 menit Rp 5.000..

Bagian pertama yang saya masukkan dalam pola lasercut adalah siteplan.. Siteplan disini termasuk trotoar yang ada di sepanjang jalan (walaupun kenyataannya tidak ada trotoar di jalan kampung), hal ini untuk mempermudah pembuatan jalan, tinggal dikasih kertas hitam sudah cukup memberi informasi kalau itu jalan..dan juga jadi terlihat lebih rapi.. Selain itu juga area perkerasan bangunan sekitar (secukupnya saja) supaya area sekitar tidak terlalu monoton, disini untuk area SPBU dan TVRI saya beri kertas mounting..πŸ™„

Lalu berikutnya yang akan dilasercut adalah bagian dari bangunan utama saya, tetapi hanya bidang-bidang horizontal saja.. Karena bidang-bidang ini akan sulit dan lama jika dikerjakan manual, karena banyak lengkung dan semua harus terukur.. Untuk bidang vertikal seperti dinding saya bikin manual, karena akan lama menghitung jumlah dinding dan memasukkan ke dalam pola yang akan dicutting.. Cukup membuat bidang sesuai ketinggian dinding dan panjang yang tak terhingga untuk nanti dipotong sesuai kebutuhan..

Sambil menunggu pola dimasukkan di percetakan, kita membuat site dan bangunan sekitar dulu.. Untuk sitenya cara terefisien adalah lapisan dasar dari stereofoam dengan ketebalan secukupnya sehingga bangunan tidak terlihat tenggelam di dalam box.. Lalu lapisan berikutnya adalah spon ati, saya melapisi full 70 x 80 dengan spon ati.. Spon ati disini sebagai rumput, karena kalau menggunakan serbuk kayu akan menghabiskan banyak waktu.. Saya tidak perlu memotong-motong spon ati untuk membuat pola jalan karena saya sudah memberi batas jalan dengan pola lasercut trotoar di atas..πŸ™„ karena memotong spon ati cukup sulit karena spon itu empuk dan bisa berubah bentuk.. Lalu memotong kertas hitam sebagai jalan menggunakan print siteplan sebelumnya.. Tempel kertas hitam di atas spon ati, lalu setelah hasil cutting jadi tempel kertas mounting trotoar dan perkerasan di atas spon ati dan kertas hitam itu..

Oke site sudah jadi, selanjutnya membuat bangunan sekitar sesuai siteplan tadi.. Lebih rapi kalau sisi atas bangunan dibuat tenggelam dari dindingnya (lihat gambar).. Seharusnya disini saya membuat sisi atas tersebut dengan lasercut sehingga cukup membuat dinding-dindingnya, karena ternyata waktu yang dihabiskan untuk memotong kertas mounting sangat cepat, hanya 2-3 menit untuk selembar kertas ukuran 40 x 60 cm dengan pola yang cukup ramai.. Sedangkan karena saya membuat manual, untuk seluruh bangunan sekitar itu saya menghabiskan waktu 1 hari penuh..😦

Hari pertama pembuatan sudah jadi siteplan dan bangunan sekitar yang tertata manis di dalam box..πŸ™‚ Hari kedua saya merangkai pola lasercut dengan dinding vertikal yang saya potong sendiri.. Terlihat bagian-bagian yang coklat terbakar adalah bagian yang dilasercut.. Disini saya membuat seperti bangunan sebenarnya, mulai dari shearwall tangga darurat di setiap ujung bangunan untuk memperkuat maket ini.. Lalu dinding lantai 1 secukupnya (bagian yang akan terlihat saja), dan diatasnya diletakkan hasil cut lantai 2, dan seterusnya.. Untuk bagian lantai parkir saya pisah pembuatannya.. Pola lantai parkir juga saya buat di proses lasercut jadi nggak perlu lagi menandai layout parkir.. Terakhir ditempel PVC sebagai kaca dengan pola garis-garis menggunakan cutter..

Bangunan selesai, lalu ditempelkan di siteplan.. Tadinya tidak mau saya tempel supaya waktu presentasi bisa saya bawa ke hadapan dosen penguji, tapi untuk alasan keamanan lebih baik ditempelkan.. Ada waktu tersisa saya menempelkan pohon-pohon di seluruh site.. Total waktu yang saya habiskan, beberapa jam membeli bahan, beberapa jam membuat pola yang akan dicutting, 1 hari membuat siteplan dan bangunan sekitar, 1 hari merangkai bangunan utama.. jadi total 3 hari laah.. Duitnya? untuk bahan 1 lembar kertas mounting Rp 30.000, PVC sudah punya sebelumnya, spon ati ukuran 1m cukup murah (lupa harganya), untuk box kalau nggak gratis:mrgreen: kira-kira Rp 80.000, dan untuk lasercuttingnya saya habiskan waktu 6.5 menit Rp 37.500.. Total nggak sampai Rp 200.000 laah.. Coba dibandingkan pesan maket bisa sampai jutaan..

Sekian dari saya, semoga bermanfaat.. Perlu diingat, ini hanya salah satu metode pembuatan maket, masih banyak metode lain dengan media dan hasil yang berbeda-beda.. Tapi bagi saya maket seperti ini hasilnya cukup menarik, informatif, dan efisien waktu..πŸ˜‰

Presentasi waktu sidang

NB: Terbukti waktu sidang maket ini cukup informatif, terlebih ada insiden mati lampu sewaktu sesi tanya jawab, dengan adanya maket ini proses sidang bisa terus berlangsung..πŸ™‚


20 Responses to “Maket Tugas Akhir..!”


  1. 1 Anonymous
    2 May 2012 at 01:02

    kalo bikin pola lasercut-nya di corel bisa gak?? thx.

  2. 2 Galih
    3 May 2012 at 22:52

    kayaknya bisa, tapi ntar diconvert lagi ke jenis file apa gitu saya kurang tau..

  3. 3 Anonymous
    3 June 2012 at 21:20

    beli kertas mounting di jogja di mana ya?πŸ˜€

  4. 4 Galih
    5 June 2012 at 23:32

    waduh lupa nama tokonya. ada di Jl. Bintara Tengah (liat google maps) di sisi utara ada gang masuk (ada papan nama toko di depan gang) masuk sampai ujung sebelah kanan..πŸ˜€

  5. 5 alfa
    13 September 2012 at 02:02

    namanya conqueror,, dan sekarang udah gak jual mounting lagi (desa-desusnya)…

  6. 26 December 2012 at 03:36

    bang,,lasercut tu sistemnya gmna ya?

  7. 7 Galih
    26 December 2012 at 19:40

    Sebenarnya cuma menggantikan proses memotong secara manual seperti biasa, cuma krn lasercut menggunakan mesin hasilnya jadi lebih presisi, waktu pengerjaan juga lebih efisien.. Mesin yg dimaksud tuh yg biasa dipakai untuk grafir plakat2, pasti ada di tempat2 jasa print yg agak besar.. Prosesnya sama seperti printing biasa, cuma ini dipotong, bukan tinta..

  8. 8 dipo
    30 October 2013 at 15:24

    di jogja yang bisa laser cutting pvc dmana aj?

  9. 9 Galih
    2 November 2013 at 23:04

    Di Graphico dkk (konon yang punya masih sekeluarga, heheh) tapi lupa nama yg lainnya, di percetakan seberang Mirota Kampus UGM juga ada, di Gejayan juga ada..

  10. 9 November 2013 at 14:57

    tempat beli PVC dimana ya bro? di toko liman malioboro sering kosong..

  11. 11 Galih
    9 November 2013 at 20:20

    Wah taunya juga di Liman bro😦

  12. 12 Anonymous
    12 December 2013 at 19:06

    Cari kertad mounting tepatnya dimana ya ?

  13. 13 Anonymous
    3 January 2014 at 05:09

    kalau kertas yang coklat itu namanya kertas apa?

  14. 14 Awang Pradipa
    18 April 2014 at 21:34

    kak, angkatan berapakah?
    saya angkatan 2013. cara supaya maket bisa rapi gimana kak?

  15. 15 Galih
    18 April 2014 at 21:50

    2007. Pakai lasercutting dijamin rapi. Kalau manual, perhitungkan juga ketebalan kertas dan pengaruhnya nanti waktu disusun dengan bagian lain.

  16. 16 Idzmi Darmawan
    18 June 2014 at 15:55

    Mas itu bahan mounting aslinya bukan warna putih ya?

  17. 17 Wahyu P
    15 August 2014 at 14:05

    Mas brow.. kemarin potong pake lasernya dimana? punya kontak tukang lasernya?
    terimakasih..

  18. 29 August 2015 at 21:57

    is good artikel Thank you so much , Adwin

  19. 19 fauzi
    13 October 2015 at 08:29

    itu buatnya di 3D printing mana?

  20. 20 Anonymous
    25 November 2016 at 15:50

    mas klau mau beli pohon skala 1 : 300 tinggi 4 cm. distributornya dimana yaa … aku mau pesan 1000 pohon


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Galih Winastwan’s Personal Blog

A simple blog, contains some articles about architecture, design, digital architecture and much more in Indonesian language..

Blog Stats

  • 79,634 kunjungan

Kalender

February 2012
M T W T F S S
« Jan   Jun »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

My Portfolio


view my portfolio:
coroflot.com/winastwan

%d bloggers like this: