10
Apr
10

Local-Green House..

Sayembara ke-2 yang saya ikuti.. Baru tau ada sayembara cuma seminggu sebelum deadline, ragu2 juga mau ikut, tapi ternyata malah dijadiin tugas kecil studio sama pak Arif Kusumawanto..  Sayembara ini diadakan oleh Universitas Brawijaya, Malang.. Dengan tema ‘Local-Green Architecture in Urban Space’..:mrgreen: Yah memang belum masuk nominasi, tapi saya cukup puas dengan desain kali ini..

Inti dari tema ini adalah membuat sebuah desain rumah di tengah perkotaan yang dengan tuntutan teknologi ‘green’ yang lokal, tapi tetap memiliki desain yang praktis dan modern.. Nah site yang dipilih di kawasan Pogung Baru Yogyakarta, dimana merupakan pemukiman yang cukup padat, tetapi masih terdapat penghijauan dari pepohonan yang rindang.. Permasalahan yang ada di lokasi site adalah kurangnya kualitas dan kuantitas air tanah, dan tentunya iklim tropis yang harus bisa ditanggapi dengan baik melalui sebuah desain rumah..🙄

Transformasi

Konsep dari desain rumah ini adalah transformasi kelokalan, baik dari materialnya maupun arsitekturnya.. Karena berada di Yogyakarta, saya mencoba untuk mentransformasi arsitektur rumah Jawa ke dalam desain.. Bukan mengambil bentuk Jawa-nya seperti joglo dsb, tetapi esensi mengenai keterbukaan.. Saya melihat rumah Jawa didesain terbuka pasti memiliki suatu tujuan, yaitu memperlancar sirkulasi udara.. Lalu saya transformasikan dari pendopo menjadi ruang tamu yang terbuka (ngga pakai pintu), menerus sampai ruang makan dan dapur yang berupa teras, sehingga benar2 seperti lorong yang terbuka dari depan sampai belakang.. Nah baru saya menambahkan ruang privat yang lebih tertutup di lantai atas, tentunya dengan sistem pengaman yang terdapat di antara kedua zona..😉

Potongan

Selain dari transformasi arsitektur lokal, juga digunakan juga material lokal dan teknologi yang juga lokal.. Material lokal yang utama disini adalah bambu, dimana bambu merupakan material yang cepat regenerasinya.. Bambu diaplikasikan secara utuh pada pagar, dinding dan perabot interior, selain itu juga diaplikasikan pada dinding pagar dengan sistem bambu plester.. Selain itu juga bentuk atap yang menyatu di tengah menangkap semua air yang diterima atap dan mengalirkannya ke sumur resapan, ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas air tanah.. Ada lagi teknologi lokal yaitu biopori, berupa lubang2 di halaman yang berfungsi menguraikan sampah organik, selain untuk menyuburkan tanah juga untuk membiasakan perilaku penghuni untuk mulai memikirkan daur ulang.. Juga penggunaan shower dan toilet dual flush untuk menghemat penggunaan air..😉

Denah Lt1

Denah Lt2

Denahnya dapat dilihat sendiri🙄 dimana KDB (Koefisien Dasar Bangunan) sebesar 48%, yang berarti lebih besar area terbuka hijau.. Untuk luas lantainya sendiri sebesar 90m2 yang terbagi menjadi 2 lantai.. Terdapat void di tengah yang berfungsi untuk memasukkan cahaya alami.. Selain itu juga taman di bawah void menjadi pembatas ruang yang alami, dengan menanam vegetasi yang cukup tinggi, sekaligus menjadi filter penyaring polusi udara..:mrgreen: Ada juga pemanfaatan ruang di bawah tangga sebagai gudang yang bisa diakses langsung dari carport.. 

Tampak Depan

Tampak Belakang

Tampak depan dan belakang, bisa dibilang minimalis natural, dengan tujuan untuk memenuhi konsep green tetapi tetap modern dan praktis..🙄 Berikut gambar2 eksterior bangunan..

Aerial View

Bird View Bagian Belakang

Suasana di waktu malam, dengan efek cahaya lampu dari dalam yang memancar keluar dari celah di antara bambu..🙄

Suasana Malam Bagian Depan

Suasana Malam Bagian Belakang

Nah untuk interiornya..🙄 Tegel di lantai 1 menggunakan batu andesit sehingga berkesan masih di area eksterior.. Sedangkan di lantai atas sudah menggunakan keramik yang disusun acak, sehingga lebih berkesan interiornya..

Aksonometri Lt1

Aksonometri Lt2

Interior Ruang Tamu Siang

Interior Ruang Tamu Malam

Efek Cahaya Dari Bambu

Interior Kamar Tidur Dengan Sliding Window

Untuk detailnya..🙄 Pintu pengaman yang bisa ditarik ke atas bawah, menjadi pengunci zona privat saat malam hari.. Dan sambungan bambu yang dibuat acak menjadi aspek estetika tersendiri..😉 Ada juga pergola di beberapa bagian, yang fungsinya meluruskan jatuhnya air hujan menjadi vertikal ke bawah.. Dengan begini air hujan bisa tetap membasahi area hijau di bawahnya, udara tetap bisa mengalir, dan tidak membasahi lantai..

Security Door

Pergola

Yah segitu dulu penjelasannya..  Mungkin dari segi form masih terlalu simple, karena memang kurang dari 3 hari sebelum deadline baru mulai mendesain.. Untuk hal2 seperti cross ventilation dan orientasi bukaan utara-selatan menurut saya sudah menjadi kewajiban dari desain rumah tropis..😉 Ada masukan saran dan kritik, silakan tulis di bagian komentar di bawah ini..🙄


9 Responses to “Local-Green House..”


  1. 1 luqman
    20 April 2010 at 19:41

    wah,.. joss banget tu,…
    gak bisa bayangin buat e gimana,…..,
    ,. pake software paan ya?

  2. 22 April 2010 at 19:10

    @ luqman
    Pake Google Sketchup, trus dirender VRay, terakhir diedit Photoshop..😀

  3. 17 May 2010 at 21:24

    konsepnya keren,,, saya suka, detail bambunya…

    sukses terus,,,

    salam kenal…

  4. 4 Galih
    17 May 2010 at 21:59

    makasih udah berkunjung.. salam kenal jg..😉

  5. 30 April 2011 at 07:05

    wow , cpt bgt bikinnya , saya lg tugas rumah tinggal tp belum selesai”😦

    utuk bahan” , atap , jendela, maupun lantai apa saja yg bs memenuhi kebutuhan green ? mhn masukannya🙂

  6. 7 galih
    21 May 2011 at 00:16

    kalau disebutin satu2 bisa banyak banget jenis bahan-bahan yang green, tapi secara umum bisa dilihat dari beberapa poin:
    -pertama dari sumbernya, apakah mengeksploitasi alam atau tidak, dan mengandung material yang merusak lingkungan atau tidak.
    -dilihat dari proses pembuatannya, apakah menghasilkan banyak emisi atau tidak.
    -pada saat pemasangan atau proses konstruksi, apakah membutuhkan banyak waktu atau tidak, karena semakin panjang proses konstruksi akan semakin banyak energi yang digunakan.
    -terakhir, dilihat dari pemakaiannya, apakah hemat energi atau tidak.

    begitu menurut saya, semoga berguna..😉

  7. 10 October 2011 at 22:34

    mantep banget gambar2 presentasinya😀 ahh kapaan ya aku bisa bgituu…😀

  8. 9 rizal
    15 February 2012 at 11:42

    wahh,,.. mantapp…
    kpan ya ak bisa buat cem gtu… hehee


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Galih Winastwan’s Personal Blog

A simple blog, contains some articles about architecture, design, digital architecture and much more in Indonesian language..

Blog Stats

  • 79,634 kunjungan

Kalender

April 2010
M T W T F S S
« Mar   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

My Portfolio


view my portfolio:
coroflot.com/winastwan

%d bloggers like this: